
Jenius’03
Tambatan Hati dan Pergulatan dengan Kata
Seorang anak kecil berusia 6 tahun sibuk menyermati tiap komik yang berjejer di hadapannya, saat itu, gramedia di makasa belum terbakar, dan tiap bulan, memang itulah yang ia rindukan. Menuju toko buku itu untuk segera membawa pulang sebuah komik yang akan ia lahap di rumah. Lalu ia jatuh cinta pada tokoh-tokoh tak nyata dalam cerita itu, berimajinasi tentang asyiknya menjadi Sailor Moon atau berkhayal bisa ikut menumpas kejahatan dengan Topeng Tuxedo. Perasaan sukanya ia tuangkan lewat gambar-gambar lucu yang ia adaptasi dari tokoh-tokoh itu. Berlanjut dengan imajinasinya tentang tokoh yang ia ciptakan sendiri, hingga tanpa ia sadari, berjilid-jilid ’komik-komikan’ ia ciptakan dengan asyik.
Lalu dunia cerpen menyapanya, ia merasa semakin mudah mengekspresikan diri dengan kata-kata, terlebih saat ia mulai berkenalan dengan sajak-sajak, maka jadilah ia seperti sekarang. Kecanduan dengan kata-kata....!!!
Hmm.., tulisan di atas saya kira cukup untuk menjadi prolog ! Yah.., anak kecil di atas tak lain dan tak bukan memang adalah saya sendiri. Saya memang baru sadar harus banyak berterima kasih pada Naoko Takeuchi (Komikus yang ’melahirkan’ SailorMoon) karena atas hobby membaca komik-komiknya-lah saya jadi senang berimajinasi, tak berlebihan saya kira kalau saya katakan karena itulah saya jadi senang menulis (bukankah untuk menulis kita kudu seneng membaca???).
Nah..., pas masuk SMA, saya serasa ketiban duren runtuh ! Ternyata saya bisa menemukan komunitas yang bisa menjadi obat buat penyakit ’gila nulis’ saya itu. Organisasi itu bernama Jenius’03. Awalnya saya tak pernah menduga bakal begitu punya keterikatan batin yang teramat sangat dengan organisasi ini (ceilee...). Tapi ternyata memang demikianlah adanya. Karena cukup mendapat kepercayaan menjadi pengurus inti waktu masih kelas satu (saat itu saya jadi wakil sekretaris dan satu-satunya pengurus inti yang kelas 1, yang laen kelas 2 semua...), trus berlanjut menyandang predikat Redaktur Pelaksana (sama anak2 sering disingkat jadi RePe...) pas kepengurusan selanjutnya, saya jadi begitu cinta dengan organisasi ini, apalagi pas ngerasa bahwa dari Jenius-lah saya dapat banyaaaaak pengalaman, lomba-lomba(yang alhamdulillah menang...), diklat-diklat, bengkel sastra, dan lain-lain!!! Pokoknya serasa menemukan tambatan hati deh...
Makanya pas harus melepas jabatan di 19/9/06 kemarin (tepat 1 tahun 15 hari menjabar jadi RePe), rasanya beraaaaat sekali ! Membayangkan tidak ada rapat2 lagi, tidak ada edit buletin lagi, tak ada kerja mading lagi..., waaah..., makanya web-blog ini jadi ’pelarian’ setelah Jenius tak bisa lagi jadi media penyalur tulisan!!! Sedihnya...
Tapi, terlepas dari itu semua, selalu ada harapan buat Jenius supaya bisa terus eksis dan lebih baik lagi. Seandainya ada Jenius Crew yang baca tulisan ini, pesan saya, terus semangat, terus goreskan pena dan pertajam kata-kata ...., mumpung waktu masih ada ! Yah?!
(Buat semua Pengurus Jenius 2004/2005 and 2005/2006, miss u all...!!!)
(Makassar, 22/9/06…22:17)